Thursday, December 10, 2015

Hari istimewa

Pagi merekah rembang tengah hari
Kutinggal melamun sudah menjelang senja saja
Lalu kamu sibuk bercerita tentang lucunya anakmu
Dia mengeluh tentang lelahnya hamil
Yang lain sibuk meneriaki anaknya supaya tak berlari kesana kemari
Yang sedikit terlambat dengan muka berbinar mendatangiku
Menyelipkan undangan merah muda di tanganku
Dengan ceria memintaku menghadiri hari istimewanya
Aku tercenung sejenak
Kapankah hari istimewaku
Aku juga ingin keluarga bahagiaku
Kutahan cemburuku melihat keluarga keluarga muda di sekitarku
Lalu tercuri tatapanku
Seorang lelaki sebayaku mengendap dalam diam
Dengan wajah tak peduli memunguti botol dan gelas plastik
Sisa pesta ini bakal makan hari itu baginya
Mungkin bertahan hidup lebih menyita pikirnya dari pada mencari calon istri
Kutelan gundah dan iriku
Aku memang masih sendiri
Tapi hari hariku tak pernah cukup sulit sampai membuatku tak makan
Tak juga terlalu sepi
Karena selalu ada yg bisa kuajak bicara
Kenapa tak kunikmati saja sendiriku
Bukan tak mau berdua atau berlima
Hanya tak mau merana sambil menunggu hari istimewa itu tiba

10 Des 2015
Sebentar lg 31 Des 😑😑

Sunday, July 26, 2015

Waktu

Waktu selalu terburu-buru
Baru kemarin rasanya sibuk berlari dan berseru
rok sekolah ku masih berwarna biru
Tiba-tiba semua sudah berlalu
Petak petak kenangan terpaku dalam lampau
Lalu ketika hati diterpa rindu
aku kan termangu dalam lamun masa lalu
Yang tak bisa kuubah seingin apapun aku
Tak ada kesempatan kedua dalam kamus waktu
Ketika tersadar aku sedang mengejar mu
Waktu yang selalu terburu-buru

Wednesday, May 13, 2015

Dewasa

Belasan tahun lalu
Aku pernah berharap waktu tak bergerak
Berputar di tempat dalam masa remajaku
Saat uang tak pernah jadi masalah
Saat hari hari disibukkan dengan canda ria berteman
Diselingi kerlingan pada pria belia pujaan hati
Beberapa tahun lalu
Kembali aku berharap waktu tak bergerak
Tak berpindah dari hari hari perkuliahan
Saat sibuk berkenalan dengan peralatan rias
Saat canda ria berubah jadi obrolan percintaan
Ditengahi penghiburan akibat putus cinta
Tahun tahun berlalu
Saatnya belajar tentang kerja keras
Saatnya menemui masalah2 yang tak pernah diperkenalkan padaku
Saatnya menyadari bahwa usia tak kan selalu muda
Dan ternyata menjadi dewasa tak semudah yang terlihat
Lalu terduduk dalam genangan kenangan
Aku rindu tahun tahun laluku :'(

Rabu, 13 Mei 2015
Si papa kena stroke, dan semuanya terasa sangatttt berat 😔😔

Saturday, May 9, 2015

Sore

Sore datang dalam sendu
Mengundang termangu memikiri
Kenapa begini kenapa begitu
Kenapa lagi lagi hanya kamu
Sore datang dalam kelu
Sadar harus berbuat sesuatu
Tapi memilih menyimpan rindu
Biarkan kamu bolak balik di pikirku
Sore datang dalam saru
Sesaat yakin kau kan menghampiri
Lalu tergugu karena hanya kau lewati
Kemudian lamunku bertanya lugu
Kapan sore kan datang dalam lelaku

Wednesday, March 11, 2015

Perjodohan

Tepat 20 hari menjelang umurku yang ke 30
Mama terdengar ingin sekali membicarakan sesuatu
Sedikit banyak sudah kuduga arahnya
Di luar perkiraan ini lebih berat dari sebelumnya
Temanya sih tak jauh-jauh
Perjodohan masi tetap jadi judul utama untukku
Putri sulung yang akan segera kepala 3 dan masih terlihat nyaman sendiri
Ogah-ogahan kusambut juga obrolan itu
Sekedar berkenalan mungkin tak jadi masalah,
Akhir kisahnya pasti akan sama saja, hilang tanpa penutup cerita
Tapi mama bercerita penuh semangat
Bahwa kedua keluarga sudah setuju
Karena ternyata masih ada kaitan saudara jauh dengan keluarganya
Keluarga baik-baik, bahasa mama menegaskan
Damn..
Kenapa harus seserius itu,
mama bahkan sudah mengkhayalkan kepindahanku keluar Jakarta
Aku makin tak menikmati obrolan ini
Dengan embel-embel kalimat 'semua tergantung keputusanku'
Nada penuh harap mama tetap jadi tekanan tak nyaman buatku
Aku baru saja memulai tapak 'level up'ku
Baru saja kutemukan tempat imanku bertumbuh dengan nyaman
Baru saja kumulai segala hal baik dalam hidupku
Masa harus segera kuhentikan dan kutinggalkan
Lalu teringat Raka "sabtu sore bersama bapak"
Raka memang menemukan jodoh sebentar setelah berumur 30
Lewat perjodohan pula
Tapi kisahku jauh berbeda
Partner perjodohanku pastilah bukan pria yang kuangankan, seperti yang Raka dapatkan
Hati kecilku berontak, bukan ini jalan yang kucari
Tapi banyak kotbah mengingatkanku sebelum ini terjadi
Bahwa rancanganku bukanlah rancangan-Nya
Bahwa Tuhan tidak selalu memberi persis seperti yang kuminta
Tapi Ia akan mempersiapkan hal-hal yang besar, yang tak terpikirkan olehku
Lalu kutenangkan hatiku
Dan Amin terjadilah sesuai rencana-Nya

11 Maret 2015, 00.00am
Kepikiran telp mama barusan sampe susah tidur

Wednesday, February 18, 2015

Lara dalam hujan

Lengkingan lagu pertama perih terdengar
Gesekan nada seolah menyanyikan rasa
Baru saja muncul di dalam dada
Saat kau lambaikan tangan padaku,
dengan dia berdiri manis di sebelahmu
Aku tak tahu siapa, juga tak mau tahu
Dalam sendiriku diam-diam kusyukuri juga
Kau terlambat mengejar waktu
Sehingga kita tak perlu duduk bertiga
Biarlah aku dikelilingi mereka yang tak kutahu nama dan asalnya
Setidaknya tak perlu memandangi kalian berdua
Sesungguhnya rasaku sudah tak lagi ada
Mendingin..
Terlalu lama terpapar tanpa balut hangat rasamu
Tapi ternyata tanpa rasa aku masih bisa kecewa
Lagu kedua saling mengejar dalam nada
Silih berganti emosi dan tangis dalam irama
Malam ini tak kudengar satu pun lagu penebar senyum tawa
Entah memang tak ada dalam daftar mereka
Atau hatiku saja yang tak bisa mencerna
Sebelum sesi kedua
Kau dan dia meninggalkan pentas nada penuh lara itu
Berlalu bahkan tanpa sedikitpun sapa
Seperti harap berlalu dari anganku
Lalu kutenggelamkan sendiriku dalam denting nada laraku
Kemudian pulang dengan sisa lara dalam basuhan hujan

Rabu, 18 Feb 2015
Abis nonton Estoria.. dan begitulah..
"Sometimes it last in love, but sometimes it hurts instead" #sing

Monday, February 9, 2015

Kesatria

Seorang putri pasti akan memimpikan ksatria sebagai pendampingnya
Lelaki yang tangguh dan bisa diandalkan
Yang mampu menjaga dan melindungi
Memastikan sang putri selalu aman
Yang setia menjaga hati
Bahkan di saat paling getir atau menakutkan
Seperti itu juga wanita memimpikan lelaki yang akan mendampingi hidupnya
Bukan berarti kau harus besar dan kuat secara fisik
Tapi paling tidak kau memperlihatkan usaha
ketika kendala kendala kecil mulai menghalangi
Asal kau tahu saja
Sebuah usaha pun sudah cukup menentramkan hati
Tapi ketika gerimis saja bisa mematahkanmu
Bagaimana aku tidak kecewa..
Selasa, 10 Feb 2015
Dua hari ujan deras non stop, nanti malam 'the junction' perform di erasmus.. 3 hari lalu si ngajakin dateng, ga tau dia jd dtg atw nyerah lagi krn hujan 

Sunday, January 25, 2015

Level up

Agaknya tahun ini Sang Maha Besar sedang memperhatikanku
Setelah tahun lalu yang terasa pengap dan memerangkap
Tahun ini mataku dibukakan
Buku tentang pasangan 'complimentary' mungkin adalah awal
Lalu berbagai moment bergantian mendatangiku
Lewat orang2 hebat yang tiba2 berada tepat di depan mataku
Berbagi rahasia hidup mereka
Yang ternyata begitu menakjubkan bagiku
Sebagian besar kata2 dari mereka menamparku
Mengingatkan aku agar tak melulu manja
Sudah waktunya menghentikan dalih
Tertarik untuk berubah hanya akan lalu jika tanpa komitmen
Sebagian kata yang lain menguatkan roh
Bahwa aku punya otoritas dari Bapa
Dan yang kuperlu hanya percaya
Maka hari ini kuputuskan menantang tantangan
Karena seperti kata2 yang kudapatkan hari ini
Tak ada 'level up' tanpa ujian

Minggu, 25 Jan 2015
Mengingat2 sharing Pak Sidney Mohede tentang level up 😇💪💪

Friday, January 9, 2015

Complimentary

Kemarin sore tergelitik membaca lagi percakapan denganmu
Setahun lalu ketika kau masih yang terbaik
Setidaknya begitulah menurut hatiku saat itu
Tertawa membaca bagian lucu seluruh obrolan
sedikit malu ketika menemukan kalimat bersiratkan "usaha penuh" dariku
Lalu kembali disesaki pikiran,
"Padahal waktu itu aku sudah bisa menerimamu apa adanya"
"Padahal waktu itu hatiku sudah mau berkompromi dengan segala kurangmu"
Tapi semua kalimat kode dariku jadi tawar karena kalimatmu
Dan ketika hubungan itu seperti akan mengarah kepada kepastian
Satu obrolan akan menarik kita mundur lagi pada kata teman
Obrolan itu selalu darimu..
Tadi malam aku membaca sebuah buku
Buku yang bagus dan banyak sekali pelajaran di dalamnya
Satu kalimat terngiang terus di pikiranku
"Pasangan itu seharusnya seseorang yang bersifat complimentary, bukan supplementary bagi pasangannya"
Lalu aku tau kenapa kita dijauhkan ☺

Sabtu, 10 Januari 2015
Setelah baca buku "Sabtu bersama Bapak" by Adhitya Mulya
Keren bgt bukunya.. btw Saka nya nemu jodoh setelah 30 tahun
Moga2 gw jugak #eh
AMIN ajah 😌😌

Friday, January 2, 2015

Akhir tahun

Lagi lagi aku menggumamkan rahasia hidup
Beberapa hari setelah akhir tahun ke sekian kali yang jadi menyebalkan untukku
Bukan berarti keluarga jadi momok buatku
Aku hanya ingin kembali pada masa masa berkumpul dulu
Dimana pertanyaan terberat dari setiap sanak saudara hanya berkisar pada kapan aku akan lulus atau kapan skripsiku selesai
Dulu pertanyaan itu pun mengganggu
Tapi paling tidak aku masih punya takaran waktu yang jelas sebagai jawaban
Sekarang mereka mendesak kapan akan menikah
Atau bertanya tanya dimana sang calon suami
Ingin rasanya kusuruh mereka bertanya langsung pada yang di atas
Toh aku sudah lelah berusaha dan berdoa
Hanya bisa mempercayakan semuanya pada Dia yang memulai hidupku
Sadar aku tak punya hak memaksaNya memberikan yang ku mau
Waktu ku bukan waktuNya, rencanaku bukan rencanaNya
Terkadang heran, betapa mudahnya bagi seseorang berganti pasangan
Sementara bagi yang lain memulai satu hubungan pun terlalu sulit
Lalu menjadi seperti kaset rusak setiap akhir tahun
Hanya bisa memberikan kata 'doakan saja'

Jumat, 3 Jan 2015
Setelah tak berhasil mencerna kalimat "tondina jikkal"