Sunday, January 25, 2015

Level up

Agaknya tahun ini Sang Maha Besar sedang memperhatikanku
Setelah tahun lalu yang terasa pengap dan memerangkap
Tahun ini mataku dibukakan
Buku tentang pasangan 'complimentary' mungkin adalah awal
Lalu berbagai moment bergantian mendatangiku
Lewat orang2 hebat yang tiba2 berada tepat di depan mataku
Berbagi rahasia hidup mereka
Yang ternyata begitu menakjubkan bagiku
Sebagian besar kata2 dari mereka menamparku
Mengingatkan aku agar tak melulu manja
Sudah waktunya menghentikan dalih
Tertarik untuk berubah hanya akan lalu jika tanpa komitmen
Sebagian kata yang lain menguatkan roh
Bahwa aku punya otoritas dari Bapa
Dan yang kuperlu hanya percaya
Maka hari ini kuputuskan menantang tantangan
Karena seperti kata2 yang kudapatkan hari ini
Tak ada 'level up' tanpa ujian

Minggu, 25 Jan 2015
Mengingat2 sharing Pak Sidney Mohede tentang level up 😇💪💪

Friday, January 9, 2015

Complimentary

Kemarin sore tergelitik membaca lagi percakapan denganmu
Setahun lalu ketika kau masih yang terbaik
Setidaknya begitulah menurut hatiku saat itu
Tertawa membaca bagian lucu seluruh obrolan
sedikit malu ketika menemukan kalimat bersiratkan "usaha penuh" dariku
Lalu kembali disesaki pikiran,
"Padahal waktu itu aku sudah bisa menerimamu apa adanya"
"Padahal waktu itu hatiku sudah mau berkompromi dengan segala kurangmu"
Tapi semua kalimat kode dariku jadi tawar karena kalimatmu
Dan ketika hubungan itu seperti akan mengarah kepada kepastian
Satu obrolan akan menarik kita mundur lagi pada kata teman
Obrolan itu selalu darimu..
Tadi malam aku membaca sebuah buku
Buku yang bagus dan banyak sekali pelajaran di dalamnya
Satu kalimat terngiang terus di pikiranku
"Pasangan itu seharusnya seseorang yang bersifat complimentary, bukan supplementary bagi pasangannya"
Lalu aku tau kenapa kita dijauhkan ☺

Sabtu, 10 Januari 2015
Setelah baca buku "Sabtu bersama Bapak" by Adhitya Mulya
Keren bgt bukunya.. btw Saka nya nemu jodoh setelah 30 tahun
Moga2 gw jugak #eh
AMIN ajah 😌😌

Friday, January 2, 2015

Akhir tahun

Lagi lagi aku menggumamkan rahasia hidup
Beberapa hari setelah akhir tahun ke sekian kali yang jadi menyebalkan untukku
Bukan berarti keluarga jadi momok buatku
Aku hanya ingin kembali pada masa masa berkumpul dulu
Dimana pertanyaan terberat dari setiap sanak saudara hanya berkisar pada kapan aku akan lulus atau kapan skripsiku selesai
Dulu pertanyaan itu pun mengganggu
Tapi paling tidak aku masih punya takaran waktu yang jelas sebagai jawaban
Sekarang mereka mendesak kapan akan menikah
Atau bertanya tanya dimana sang calon suami
Ingin rasanya kusuruh mereka bertanya langsung pada yang di atas
Toh aku sudah lelah berusaha dan berdoa
Hanya bisa mempercayakan semuanya pada Dia yang memulai hidupku
Sadar aku tak punya hak memaksaNya memberikan yang ku mau
Waktu ku bukan waktuNya, rencanaku bukan rencanaNya
Terkadang heran, betapa mudahnya bagi seseorang berganti pasangan
Sementara bagi yang lain memulai satu hubungan pun terlalu sulit
Lalu menjadi seperti kaset rusak setiap akhir tahun
Hanya bisa memberikan kata 'doakan saja'

Jumat, 3 Jan 2015
Setelah tak berhasil mencerna kalimat "tondina jikkal"