Sunday, July 27, 2014

Potret keluarga

Mata gadis cilik di meja sebelah lekat mengekor
Memperhatikan detail gerak gerikku dan beberapa teman
Yang lalu tanpa sengaja memilih meja di sebelahnya
Lalu dengan penuh minat memandangi benda yang sedang sangat eksis saat ini
Benda2 bernama "tablet" dan "note" yang terhampar d mejaku
sementara menunggu teman yang berbaik hati antri demi kopi kami.
Seperti ingin tahu ada permainan apa saja di dalamnya
Lalu tersentak tiba tiba ketika ibunya menghardik
Melarangnya terus menerus berputar membelakangi meja demi memandangi kami
Patuh sebentar, tp kemudian melirik lagi
Keingintahuan anak kecil kadang tak terbendung
Lagi lagi ibunya menghardik
Padahal kami tak keberatan dipandangi
Malah tersenyum padanya
Sempat ingin membuka percakapan dengan gadis cilik itu
Maklum, aku sedang bersama teman temanku dari satu komunitas
yang setiap akhir pekan memilih menghabiskan waktu bersama anak anak jalanan dan marjinal
dengan senang hati memberikan pelukan dan belaian kasih sayang
yang sepertinya tak terlalu sering mereka dapatkan.
Mungkin kami jadi sangat peka pada perasaan seperti itu
Lalu kulihat ayahnya datang
Memerintah anak anaknya duduk dengan rapi
Kemudian membagikan gelas gelas kecil yang sepertinya berisi coklat hangat.
Ah, sepertinya keluarga yang berada
Tak mungkin gadis kecil itu kekurangan kasih sayang
Hal yang bahkan tak perlu seharian banting tulang untuk mendapatkannya,
bisa kau bagikan pada anak anak, apalagi anakmu tanpa perlu khawatir akan kehabisan.
Pada satu moment si gadis cilik memegang ujung sedotan pada gelasnya
Sang ayah yang kukira akan lebih ramah lalu menjentikkan jarinya pada tangan si gadis kecil
Sambil mengomelinya untuk memegang gelasnya saja
Si adik lelaki lebih penurut
Hanya diomeli sekali oleh ayahnya
Karena duduknya sedikit miring dan bertopang pada meja
Anak anak itu duduk sangat rapi sebagaimana diperintah ayahnya
Entah apa esensinya duduk sekaku itu di sebuah coffee shop
Kulihat keluarga di seberangku
Anak lelakinya yang gemuk membaca buku dalam posisi tengkurap
Menggunakan kursi sebagai penyangga kaki, dan pangkuan ibunya untuk menyangga badan
Begitulah seharusnya jalan jalanmu bersama keluarga
Kau toh tidak sedang di sekolah
Tiba tiba lamunanku terpecah
Si gadis cilik diomeli lagi
Kali ini karena dia mengangkat gelasnya untuk dipegangi
Agar bisa minum sambil sesekali tetap berbalik melirik ke arah mejaku
Lagi tangannya dijentik oleh sang ayah
Kali ini ibunya ikut mengomeli
Katanya si gadis kecil bertingkah seperti belum pernah bertandang ke coffee shop
Tanpa sengaja aku memandangi keluarga itu lekat
Sesaat kemudian mataku bentrok dengan mata si ibu yang sepertinya sadar diawasi
Tak enak hati, cepat cepat kualihkan pandang
Tepat waktu kopi kami datang dan mengalihkan perhatian
Masih mencuri pandang, kulihat si ayah mengeluarkan ponsel
Meminta istrinya untuk berdiri di belakang kedua anak dan menyuruh keluarganya berpose
Lalu ketiga objek foto tersenyum manis ketika potretnya diambil.
Tersenyum miris melihatnya..
Sang ayah kemudian terlihat sibuk dengan ponselnya sebentar
Sepertinya sedang memposting foto barusan di akun akun "socmed"nya
Potret yang terdiri dari seorang istri yang cantik dan sepasang anak yang manis dan lucu
Di sebuah coffee shop terkenal pada suatu hari libur
"Liburan bersama keluarga", mungkin itu judul fotonya
Sesuatu yang mungkin menurutnya harus dimiliki lelaki seusianya
Sebuah potret keluarga sempurna..

28 Juli 2014
Pagi hari setelah semalam memandangi anak2 yang duduk bersama ayah ibunya di Starbuck kokas. Hanya sibuk dengan gelas coklat masing2. Tanpa ada celoteh ramai tentang teman2 atau permainan, tanpa ada gelayut manja pada orang tua. Bahkan bergerak pun  seperti takut salah. Sepertinya lebih kurang perhatian dari adik2 marjinalku. Miris :(

No comments:

Post a Comment