Monday, October 13, 2014

Maaf

Dua tahun bersahabat mungkin tak cukup untuk mengenalmu
Berkali kali bekerjasama dalam banyak acara
Tak cukup mengajarkanku jumlah takaran emosimu
Aku tak tahu kapan marahmu akan muncul
Bahkan di tengah-tengah kelompok ceria
Yang masih sibuk bercanda tawa
Wajahmu bisa tiba-tiba mengeras
Pernah juga kau mengejutkan dengan sebuah debaman keras
Kadang untuk masalah sangat sepele
Kadang untuk hal yang entah apa masalahnya
Di waktu lain kau bisa sangat tenang
Bahkan ketika yang lain marah berapi-api
Sungguh tak terbaca suasana hatimu
Suatu waktu emosimu bertahan lama
Karena suatu lelucon yang menurutmu kelewatan,
kau mendiamkanku dan mereka
Sejak itu aku lebih berhati-hati
Aku berusaha menjaga jarak dengan baik,
tak lagi berani melempar lelucon tentangmu
Jika orang lain yang melakukannya
Aku hanya akan ikut tertawa sopan
Lama-lama rasanya tak lagi seperti sahabat
Aku terlalu berhati-hati seperti dengan teman baru
Tapi juga tak berani lagi mendekatkan jarak.
Malam ini kau membentakku.. lagi..
Untuk sesuatu hal yang kuanggap sepele,
hal sepele yang bukan salahku pula..
Sial sekali rasanya..
Bahkan sudah menjaga jarak pun, aku masih kena imbas
Maaf kali ini aku tak kan mencoba mengembalikan hubungan
Jika tak saling bicara buat kita tak berbantahan
Mungkin lebih baik begitu
Karena berkelahi dengan sahabat itu sangat menyebalkan..

13 Okt 2014,
Abis latian n tadi berantem sama Gio cuma krn bantuin Anggi ngomong 😞😞

Friday, October 10, 2014

Berlalu

Kututup akun sosial media atas namamu
Masih setengah tak percaya dan berusaha meyakinkan diri
Canggihnya zaman ini membuatku bisa tetap mengetahui tentangmu
Kau dan aku memang hanya jadi teman
Setelah aku merasa tak siap menerimamu lalu mengabaikan
Belasan tahun berlalu
Ternyata aku masih ingin tahu tentangmu
2 tahun ini aku melewatkan beritamu
Terlalu sibuk dengan duniaku
Dan tak sempat melihat-lihat akun sosmedmu
Ketika tadi mencari-cari nama seorang teman,
tak sengaja terlihat namamu
Tanpa sadar aku sudah membuka akun dengan namamu
Terkesiap mendapati foto balita yang jadi latar fotomu
Lalu kupandangi
Merasakan ada kemiripan denganmu
Lalu kulihat semua foto balita itu
Tak ada judul atau keterangan apapun di semua foto
Anak atau mungkin keponakan?
Di salah satu foto, ada tanda suka dari sebuah nama.. wanita..
Iseng kutelusuri akun wanita itu..
Di dalamnya ada beberapa foto balita yang sama
Berbeda dengan akunmu,
foto si balita di akun wanita itu penuh dengan komentar dari teman-temannya
Dari beberapa percakapan kupastikan dia istrimu
Tiba-tiba aku sibuk menata rasa menahan air mata
Foto akrab mu dengan wanita berkerudung itu menghilangkan sisa raguku
Sekarang aku tau, ceritaku dan kamu sudah lama berlalu
Kau sudah dengan keluarga kecilmu
Yang membuatku tak rela karena kau menjual imanmu
Tapi apapun lakuku sudah tak kan bisa membawamu kembali
Jika suatu waktu nanti kita bertemu
Akupun tak akan menanyakan alasanmu
Biar saja cerita kita jadi sepenggal kisah lalu

10 Okt 2014
Setelah berkali2 cek fb, dan masih gak rela dia menikah dan punya anak, tp d fb seolah menyembunyikan semuanya.. 😞😞

Tuesday, October 7, 2014

Kita

Kita berawal dari beberapa orang yang dikumpulkan
Dianggap mampu berjuang bersama di negeri sana
Lalu kita ditempa bersama
Latihan tak kenal waktu dengan jadwal- jadwal mengerikan itu
Omelan yang kita dengar hanya karena ijin 1 hari saja
keletihan yang tanpa sadar menggerogoti bobot
Yang ternyata berakhir pada kebohongan
Semua usaha kita pada akhirnya berbuah nihil
Lalu kemarahan dan emosi meluap luap
Dan setelah semuanya reda
kita sadar tak rela dibubarkan
Dengan sisa-sisa semangat kita mulai lagi
Kali ini dari nol, karena kita memang tak punya apa-apa
Kita hanya punya kita..
Kemudian kita bertambah banyak dengan hadirnya teman-teman baru
Kita maju selangkah demi selangkah
Kita berganti-ganti rupa seiring masuk dan keluarnya anggota
Bentrok dan masalah pun mulai mengiringi
Tak ada yang salah dengan itu
Berarti kita semua punya hak yang sama untuk bicara dan memberi arti
Kita yang harus baik-baik menyiasati
Lalu suatu hari kau marah-marah dan sakit hati
Perkataan seorang teman membuatmu emosi dan sibuk memaki
Lalu berkata kau berhenti dan akan pergi
Kita tak melarangmu marah
Mungkin memang ada perkataan tak tepat untuk diucapkan dan membuat sakit hati
Tapi kenapa tak kita sampaikan saja baik-baik
Mungkin bisa jadi bahan koreksi diri..
Lalu pertanyaanku..
Apa sampai di sini saja perjuanganmu?
Apa kau benar2 tak ingin lagi menjadi bagian dari kita?
Sebegitu mahalnya kah kau hargai kata2 "bersalah" itu,
sampai kau rela membayarnya dengan kepergian?
Teman, kita itu keluarga
Ketika ada yang tak kau suka, katakan saja
Seandainya saja kau mau lebih bijak dan sabar
Karena pergi tak pernah jadi jalan keluar suatu masalah
Kau hanya akan kalah..

Selasa, 7 Okt 2014
Iseng cek twit, kebaca lagi,, huffftt, bukan gak mau ngebujukin.. Tapi kita semua sudah terlalu tua untuk permainan "ngambek dan bujuk".. 😞😞 #menjelang2tahunclv