Tuesday, October 7, 2014

Kita

Kita berawal dari beberapa orang yang dikumpulkan
Dianggap mampu berjuang bersama di negeri sana
Lalu kita ditempa bersama
Latihan tak kenal waktu dengan jadwal- jadwal mengerikan itu
Omelan yang kita dengar hanya karena ijin 1 hari saja
keletihan yang tanpa sadar menggerogoti bobot
Yang ternyata berakhir pada kebohongan
Semua usaha kita pada akhirnya berbuah nihil
Lalu kemarahan dan emosi meluap luap
Dan setelah semuanya reda
kita sadar tak rela dibubarkan
Dengan sisa-sisa semangat kita mulai lagi
Kali ini dari nol, karena kita memang tak punya apa-apa
Kita hanya punya kita..
Kemudian kita bertambah banyak dengan hadirnya teman-teman baru
Kita maju selangkah demi selangkah
Kita berganti-ganti rupa seiring masuk dan keluarnya anggota
Bentrok dan masalah pun mulai mengiringi
Tak ada yang salah dengan itu
Berarti kita semua punya hak yang sama untuk bicara dan memberi arti
Kita yang harus baik-baik menyiasati
Lalu suatu hari kau marah-marah dan sakit hati
Perkataan seorang teman membuatmu emosi dan sibuk memaki
Lalu berkata kau berhenti dan akan pergi
Kita tak melarangmu marah
Mungkin memang ada perkataan tak tepat untuk diucapkan dan membuat sakit hati
Tapi kenapa tak kita sampaikan saja baik-baik
Mungkin bisa jadi bahan koreksi diri..
Lalu pertanyaanku..
Apa sampai di sini saja perjuanganmu?
Apa kau benar2 tak ingin lagi menjadi bagian dari kita?
Sebegitu mahalnya kah kau hargai kata2 "bersalah" itu,
sampai kau rela membayarnya dengan kepergian?
Teman, kita itu keluarga
Ketika ada yang tak kau suka, katakan saja
Seandainya saja kau mau lebih bijak dan sabar
Karena pergi tak pernah jadi jalan keluar suatu masalah
Kau hanya akan kalah..

Selasa, 7 Okt 2014
Iseng cek twit, kebaca lagi,, huffftt, bukan gak mau ngebujukin.. Tapi kita semua sudah terlalu tua untuk permainan "ngambek dan bujuk".. 😞😞 #menjelang2tahunclv

No comments:

Post a Comment