Thursday, October 11, 2018

Jodoh

Perihal jodoh ini memang sulit dimengerti
Paling tidak begitulah menurutku
Bagaimana tidak?
Beberapa punya surat nikah lebih banyak dari ijazah sekolahnya seumur hidup
Yang lain, bahkan gunung tertinggi di ujung dunia pun sudah didaki, tak kunjung bersua yang dicari hati
Ada yang beruntung sekejap tatap langsung memantapkan hati, kemudian bergandengan setia sampai renta
Paling umum mencari dua tiga kali, sampai bertemu yang membuat tak ingin pergi lagi
Lalu muncul teori-teori antah berantah
Katanya kalau mirip itu jodoh
Ada lagi yang bilang ketika bertemu, hati akan langsung mengenali, maka itu jodoh
Tak perlu berdebar debar, jika di sampingnya kamu nyaman, itulah si jodoh, sahut yang lain
Kuingat-ingat adakah yang terlewat olehku seseorang yang memenuhi syarat itu?
Satu suara menasihatiku,
"Jangan terlalu pemilih, nanti tak dapat jodoh"
Yang lain menyahuti,
"Tak bisa tak memilih juga, beli cabe saja harus memilih, apalagi jodoh"
Hanya bisa tertawa kecil, bingung dengan diskusi jodoh ini
Lalu seorang teman membisiki
"Selama perjalanannya rumit, maka itu bukan jodoh. Tak usah pusing terlalu pemilih atau bukan, jika memang jodoh kau tak kan bisa menghindarinya. Semua jalan akan terbuka lebar, sehingga kau tak bisa menolak untuk berjalan bersama"

Kost raos, Kamis 11 Okt 2018

Saturday, October 6, 2018

Bertemu

Siang menghadiahkan cerah untuk sang sahabat
Tak terhalang langkah tamu untuk hadir di pesta pernikahannya
Begitu pun langkahku
Ternyata pun langkahmu
Dalam rentang waktu yang menjadi waktu hadirku
Kau pilih juga jadi waktu hadirmu
Aku dan sendiriku
Kau dengan dia yang sepertinya mengenaliku
Aku mencoba mengakali momentum
Supaya tak perlu bersitatap denganmu
Tapi siapa yang bisa berkelit dari waktu?
Ternyata harus kujabat juga tanganmu
sambil menghalau kelu
Kau berpolah meniru gaya lariku
Sambil tertawa dalam hati kubertanya
Kenapa kau masih tahu hidupku?
Sekelebat kulirik dia yang entah kenapa menjauh dari sisimu
Sedikit rengut di wajahnya jika ku tak salah lihat
Lagi aku bertanya-tanya
Kenapa dia begitu?
Tahukah dia cerita dulu itu?
Tahu pun tak perlu begitu
Sudah terlalu lama berlalu
Walau tak semudah itu bagiku
Menyadari lirikku, kau pun menariknya mendekat
Dengan senyum memperkenalkannya padaku
Kusebutkan namaku dengan senyum yang semoga tak palsu
Dia pun tersenyum, sekejab lalu saja jika aku tak salah lihat lagi
Lalu basa basi itu
Dan kalian pun berlalu
Siang ini jadi terlalu terik bagiku

Corpatarin, Saturday, Oct 6th, 2018