Perihal jodoh ini memang sulit dimengerti
Paling tidak begitulah menurutku
Bagaimana tidak?
Beberapa punya surat nikah lebih banyak dari ijazah sekolahnya seumur hidup
Yang lain, bahkan gunung tertinggi di ujung dunia pun sudah didaki, tak kunjung bersua yang dicari hati
Ada yang beruntung sekejap tatap langsung memantapkan hati, kemudian bergandengan setia sampai renta
Paling umum mencari dua tiga kali, sampai bertemu yang membuat tak ingin pergi lagi
Lalu muncul teori-teori antah berantah
Katanya kalau mirip itu jodoh
Ada lagi yang bilang ketika bertemu, hati akan langsung mengenali, maka itu jodoh
Tak perlu berdebar debar, jika di sampingnya kamu nyaman, itulah si jodoh, sahut yang lain
Kuingat-ingat adakah yang terlewat olehku seseorang yang memenuhi syarat itu?
Satu suara menasihatiku,
"Jangan terlalu pemilih, nanti tak dapat jodoh"
Yang lain menyahuti,
"Tak bisa tak memilih juga, beli cabe saja harus memilih, apalagi jodoh"
Hanya bisa tertawa kecil, bingung dengan diskusi jodoh ini
Lalu seorang teman membisiki
"Selama perjalanannya rumit, maka itu bukan jodoh. Tak usah pusing terlalu pemilih atau bukan, jika memang jodoh kau tak kan bisa menghindarinya. Semua jalan akan terbuka lebar, sehingga kau tak bisa menolak untuk berjalan bersama"
Kost raos, Kamis 11 Okt 2018
No comments:
Post a Comment