Thursday, June 20, 2013

Ragu

Malam kembalikan ragu
menapaki dimensi penuh tanda cinta
hanya sebatas tanda
Mencoba mengabaikan adalah sia- sia
Berbantahan dengan hati itu percuma
Irama hidupku diam tanpa musikmu
Jemari pun enggan menari tanpa denting nadamu
Dalam diam terserap waktu
Lagi- lagi kubiarkan berlalu
Tak jua nyata lakumu
Raga bicara jemu menunggu
Raga takkan bertahan
Tanpa nyata melodi cinta
Dan seandainya raga mati
Untuk apa cinta ada?

Jakarta, 3 Agustus 2012

Angan yang berlalu

Rasa yang mungkin merona di wajahmu
terbias walau tanpa iringan kata
ragu, kuberikan jawabku
Sebersit sentuh tak bermakna kucoba abaikan
belajar dari gerak gagu mu
tak bisa lain hanya kelu
Angkuhmu wujudkan kecewaku
Satukah jika hanya dalam mimpi kau berlari?
Sudahi saja merasa tanpa lelaku
Lagi-lagi musnahkan harapan
biarkan angan tinggal kenangan
Daripada menanti bayangan

Jakarta Pusat, dengan rasa kesal hingga lupa menuliskan tanggal :D

Semu

Masih banyak kisah belum tersalin
Banyak rasa belum terpapar
Khawatir benang ingatan tak cukup panjang tuk menguntainya
Menipis ingatku tergores waktu
Masih bergulat dengan sendu
Masih kelabu manipulasi pandangku
tak mungkin kukelabui waktu
Biar ku puas saja dengan cerita semu

di salah satu sudut Kota Jakarta, 24 Mei 2012