Malam kembalikan ragu
menapaki dimensi penuh tanda cinta
hanya sebatas tanda
Mencoba mengabaikan adalah sia- sia
Berbantahan dengan hati itu percuma
Irama hidupku diam tanpa musikmu
Jemari pun enggan menari tanpa denting nadamu
Dalam diam terserap waktu
Lagi- lagi kubiarkan berlalu
Tak jua nyata lakumu
Raga bicara jemu menunggu
Raga takkan bertahan
Tanpa nyata melodi cinta
Dan seandainya raga mati
Untuk apa cinta ada?
Jakarta, 3 Agustus 2012
No comments:
Post a Comment