Rasa yang mungkin merona di wajahmu
terbias walau tanpa iringan kata
ragu, kuberikan jawabku
Sebersit sentuh tak bermakna kucoba abaikan
belajar dari gerak gagu mu
tak bisa lain hanya kelu
Angkuhmu wujudkan kecewaku
Satukah jika hanya dalam mimpi kau berlari?
Sudahi saja merasa tanpa lelaku
Lagi-lagi musnahkan harapan
biarkan angan tinggal kenangan
Daripada menanti bayangan
Jakarta Pusat, dengan rasa kesal hingga lupa menuliskan tanggal :D
No comments:
Post a Comment