Tuesday, November 18, 2014

Berpulang

Hal ikhwal kehidupan memang selalu menakjubkan
Entah tentang kedatangan atau tentang kepulangan
Yang bertemankan teriak dan tawa lebar
Atau yang didaraskan dalam racau dan ratap kehilangan
Seperti saat ini aku masih terpukau
Adik kecil penakutku sudah memberiku ponakan lucu
Bocah itu tiba-tiba sudah ada dalam keluargaku
Tersadar saat tangan2 mungil itu nyata dalam genggamanku
Terbelalak menyadari lamanya waktu yang sudah lalu
Lalu kuterima dengan penuh tawa keajaiban itu
Seperti juga saat ini ku termangu
Beberapa hari sudah kau berpulang sahabat
Namun setiap lalu kenanganmu dalam benakku
Rasanya masih tak percaya kau tak di sini lagi
Tak kuasa membayangkan,
kau tak kan pernah lagi berdiri di depan sana
Memimpin nyanyian pelayanan kita dengan gaya khasmu
Tak rela perjuangan kita terpecah di waktu ini
Lalu kucoba menerima dan meyakinkan diri kau lebih bahagia di sana
Datang dan berpulang
Bagiku dua-duanya keajaiban
Datang untuk dititipkan, dan pulang ketika sudah waktunya kembali
Dari kata2 ibumu aku diingatkan
Segala sesuatu yang datang bukan hak kita
Sekali lagi yang datang hanya dititipkan
Maka ketika Tuhan meminta kembali,
Maka haruslah kita tetap bahagia dan ikhlas
Seperti awalnya kita menyambut kedatangan

Jumat, 14 Nov 2014
Besok ClV tugas di Asisi, tiba2 jadi sedih lagi ngebayangin lu ga akan pernah ngonduct kita lagi Le :'(

Tuesday, November 11, 2014

Mendung

Mendung beberapa hari ini seakan tanda
Kau akan mundur dari perjuangan kita
Beberapa kali bertemu dengan sosok lemahmu
Bukan tak terduga kau pergi
Namun ternyata aku tetap belum rela
Kau menghadap Bapa sebelum kita mencapai cita
Kuikhlaskan saja janji makan baso bersama kita
Mungkin memang sudah waktumu
Mungkin Tuhan terlalu sayang padamu
Terima kasih untuk tahun tahun penuh perjuangan
Untuk segala tawa, tangis dan emosi yang pernah kita bagi
Kiranya amarah sudah berlalu darimu
Kiranya tenang kau di sana dan sabar keluarga yang kau tinggalkan
Mendung kini menjelma hujan deras di hatiku
Semoga mendung itu segera berlalu
Semoga hujan deras segera membasuh bersih tak ikhlasku
Selamat jalan kawan
Sekali lagi terima kasih untuk semua kenangan..

Selasa, 12 Nov 2014, 06:00am
Dah Leo, masih ga rela lu pergi. Tapi percaya semua rencana Tuhan sudah baik adanya.. Hanya butuh waktu sedikit lagi untuk merelakan 😢😢

Monday, November 10, 2014

Kembali

Seperti candu kuingat bayangmu
Beberapa kali kupaksa beranjak
Masih ke dimensimu kakiku kembali
Sebulan lalu lagumu sudah tak berarti
Hari ini lagu itu ungkit lagi gundahku
Menyanyikan kerinduan penuh ragu
Kukira tak bertemu kan berujung lupa
Ternyata aturan itu tak berlaku pada rasa
Sekian kali namamu pergi dan kembali
Bagai putaran kaset lama dengan dua sisi berbeda
saat kau terlihat, dan saat kau entah dimana
Sekali waktu, satu sisi kaset itu seperti rusak
nama lain datang dan kusangka kau sudah hilang
Sayang nama lain itu hanya sementara
Menawarkan rasa nyaman namun tanpa rasa
Lalu aku tahu dia tidak istimewa, dan kau masih di sana
terpendam dalam usahaku menyembunyikan rasa
Satu sisi kaset itu masih rusak
Hanya berputar pada saat kau entah dimana
Ehm, tapi biar kau tau saja
Ini hanya gaduh hatiku
Bukan berarti aku bersedia menanti tak pastimu

Senin, 10 Nov 2014
#office #ICallItLove #LionelRichie #backsound

Monday, October 13, 2014

Maaf

Dua tahun bersahabat mungkin tak cukup untuk mengenalmu
Berkali kali bekerjasama dalam banyak acara
Tak cukup mengajarkanku jumlah takaran emosimu
Aku tak tahu kapan marahmu akan muncul
Bahkan di tengah-tengah kelompok ceria
Yang masih sibuk bercanda tawa
Wajahmu bisa tiba-tiba mengeras
Pernah juga kau mengejutkan dengan sebuah debaman keras
Kadang untuk masalah sangat sepele
Kadang untuk hal yang entah apa masalahnya
Di waktu lain kau bisa sangat tenang
Bahkan ketika yang lain marah berapi-api
Sungguh tak terbaca suasana hatimu
Suatu waktu emosimu bertahan lama
Karena suatu lelucon yang menurutmu kelewatan,
kau mendiamkanku dan mereka
Sejak itu aku lebih berhati-hati
Aku berusaha menjaga jarak dengan baik,
tak lagi berani melempar lelucon tentangmu
Jika orang lain yang melakukannya
Aku hanya akan ikut tertawa sopan
Lama-lama rasanya tak lagi seperti sahabat
Aku terlalu berhati-hati seperti dengan teman baru
Tapi juga tak berani lagi mendekatkan jarak.
Malam ini kau membentakku.. lagi..
Untuk sesuatu hal yang kuanggap sepele,
hal sepele yang bukan salahku pula..
Sial sekali rasanya..
Bahkan sudah menjaga jarak pun, aku masih kena imbas
Maaf kali ini aku tak kan mencoba mengembalikan hubungan
Jika tak saling bicara buat kita tak berbantahan
Mungkin lebih baik begitu
Karena berkelahi dengan sahabat itu sangat menyebalkan..

13 Okt 2014,
Abis latian n tadi berantem sama Gio cuma krn bantuin Anggi ngomong 😞😞

Friday, October 10, 2014

Berlalu

Kututup akun sosial media atas namamu
Masih setengah tak percaya dan berusaha meyakinkan diri
Canggihnya zaman ini membuatku bisa tetap mengetahui tentangmu
Kau dan aku memang hanya jadi teman
Setelah aku merasa tak siap menerimamu lalu mengabaikan
Belasan tahun berlalu
Ternyata aku masih ingin tahu tentangmu
2 tahun ini aku melewatkan beritamu
Terlalu sibuk dengan duniaku
Dan tak sempat melihat-lihat akun sosmedmu
Ketika tadi mencari-cari nama seorang teman,
tak sengaja terlihat namamu
Tanpa sadar aku sudah membuka akun dengan namamu
Terkesiap mendapati foto balita yang jadi latar fotomu
Lalu kupandangi
Merasakan ada kemiripan denganmu
Lalu kulihat semua foto balita itu
Tak ada judul atau keterangan apapun di semua foto
Anak atau mungkin keponakan?
Di salah satu foto, ada tanda suka dari sebuah nama.. wanita..
Iseng kutelusuri akun wanita itu..
Di dalamnya ada beberapa foto balita yang sama
Berbeda dengan akunmu,
foto si balita di akun wanita itu penuh dengan komentar dari teman-temannya
Dari beberapa percakapan kupastikan dia istrimu
Tiba-tiba aku sibuk menata rasa menahan air mata
Foto akrab mu dengan wanita berkerudung itu menghilangkan sisa raguku
Sekarang aku tau, ceritaku dan kamu sudah lama berlalu
Kau sudah dengan keluarga kecilmu
Yang membuatku tak rela karena kau menjual imanmu
Tapi apapun lakuku sudah tak kan bisa membawamu kembali
Jika suatu waktu nanti kita bertemu
Akupun tak akan menanyakan alasanmu
Biar saja cerita kita jadi sepenggal kisah lalu

10 Okt 2014
Setelah berkali2 cek fb, dan masih gak rela dia menikah dan punya anak, tp d fb seolah menyembunyikan semuanya.. 😞😞

Tuesday, October 7, 2014

Kita

Kita berawal dari beberapa orang yang dikumpulkan
Dianggap mampu berjuang bersama di negeri sana
Lalu kita ditempa bersama
Latihan tak kenal waktu dengan jadwal- jadwal mengerikan itu
Omelan yang kita dengar hanya karena ijin 1 hari saja
keletihan yang tanpa sadar menggerogoti bobot
Yang ternyata berakhir pada kebohongan
Semua usaha kita pada akhirnya berbuah nihil
Lalu kemarahan dan emosi meluap luap
Dan setelah semuanya reda
kita sadar tak rela dibubarkan
Dengan sisa-sisa semangat kita mulai lagi
Kali ini dari nol, karena kita memang tak punya apa-apa
Kita hanya punya kita..
Kemudian kita bertambah banyak dengan hadirnya teman-teman baru
Kita maju selangkah demi selangkah
Kita berganti-ganti rupa seiring masuk dan keluarnya anggota
Bentrok dan masalah pun mulai mengiringi
Tak ada yang salah dengan itu
Berarti kita semua punya hak yang sama untuk bicara dan memberi arti
Kita yang harus baik-baik menyiasati
Lalu suatu hari kau marah-marah dan sakit hati
Perkataan seorang teman membuatmu emosi dan sibuk memaki
Lalu berkata kau berhenti dan akan pergi
Kita tak melarangmu marah
Mungkin memang ada perkataan tak tepat untuk diucapkan dan membuat sakit hati
Tapi kenapa tak kita sampaikan saja baik-baik
Mungkin bisa jadi bahan koreksi diri..
Lalu pertanyaanku..
Apa sampai di sini saja perjuanganmu?
Apa kau benar2 tak ingin lagi menjadi bagian dari kita?
Sebegitu mahalnya kah kau hargai kata2 "bersalah" itu,
sampai kau rela membayarnya dengan kepergian?
Teman, kita itu keluarga
Ketika ada yang tak kau suka, katakan saja
Seandainya saja kau mau lebih bijak dan sabar
Karena pergi tak pernah jadi jalan keluar suatu masalah
Kau hanya akan kalah..

Selasa, 7 Okt 2014
Iseng cek twit, kebaca lagi,, huffftt, bukan gak mau ngebujukin.. Tapi kita semua sudah terlalu tua untuk permainan "ngambek dan bujuk".. 😞😞 #menjelang2tahunclv

Tuesday, September 16, 2014

Pergi

Saat hati sudah tak di sini
Batin merasa tak lagi dihargai
Kekeluargaan menipis menjelang hilang
Ini tak lagi tempat yang kusanjung sanjung
Nyaman tak lagi kutemukan
Sehari hari sibuk menata hati dan emosi
Semoga tak pecah berderai di sudut meja ini
Menanti persinggahan baru agar bisa segera berlalu
Terlalu lelah menahan beban
Bosan menanti kemungkinan
Bagai robot dengan baterai mulai soak
Menghela nafas dalam setiap pekerjaan
Bekerja tanpa hati seperti menari tak sesuai nada
Jenuh dan berakhir berantakan
Mari mencari lagi
Karena di sini bukan tempatku lagi

Axa tower, 16 Sept 2014
Ketika pekerjaan seperti dilempar dr segala sisi, tanpa disertai apresiasi berarti, malah tanpa apresiasi sama sekali.. #sick #muak #pengenresignasap

Saturday, September 6, 2014

Untuk Adik

Ketika sudah waktunya kalian berkenalan dengan dunia
Dan teman teman baru mengisi ruang waktu
Kehilangan dari teman lama menimbulkan konflik
Meluas oleh kecanggihan sosial media jaman ini
Menyampaikan seuntai kata
Lalu menjelma beragam pengertian tak serupa namun senada
Dan terbagilah kalian menjadi dua
Beberapa dalam kelompok teman lama
memandang kesal merasa dilupakan
Satu sebagai tertuduh diam seribu bahasa
Ketegangan mewarnai perjumpaan sore itu
Tepat sepekan berlalu sejak kalian membuat prestasi bersama
Petang ini kalian bahkan menghindari bertatapan
Ditengahi beberapa kakak yang gelisah
Tak rela adik-adik kesayangannya saling membenci
Berusaha menjadi mediator terbaik untuk menyatukan kembali dua kubu itu
Berbagi cerita dan pengalaman hidup
Mengulas ringkas nilai-nilai kehidupan
Menegaskan makna lapang dada dan berbesar hati
Mengingatkan kembali pentingnya komunikasi dan saling memaafkan
Demi menghilangkan ketegangan di antara kalian
Melunakkan tatapan tajam kalian
Setelah panjang curahan hati kalian
Komunikasi dibangun lagi perlahan
Ketika matahari mulai tenggelam
Kalian melunak dan bersedia saling memaafkan
Semua kakak berpandangan lega
Kali ini canggihnya sosial media berfungsi dengan baik
Mengumumkan persahabatan kalian yang sudah diperbaiki
Bersahabatlah selalu dik
Ingatlah masalah yang berhasil kalian lalui akan semakin mempererat
Satu waktu nanti kalian akan selalu ingat
Kalian punya masa kecil dengan teman-teman terbaik
;)
6 Sept 2014
Ketika tadi sore Audy share foto ari, aldin dkk berantem di fb dengan kata2 kasar.
Dan sore ini mereka sudah saling memaafkan, dan langsung pasang foto bareng di fb 

Thursday, August 7, 2014

Awan

Aku jatuh cinta padanya
Hatiku hangat ketika seharian dia menyapaku ceria
Terpukau memandangi pesonanya dari balik jendela kantorku
Ketika dia muncul lebih tenang
Ingin rasanya kurebahkan lelah di hamparan lembutnya
Dan bersembungi dalam pelukannya selama yang kumau
Bahkan ketika dia bergulung cepat, gelap dan marah
Dari setumpuk takutku masih tersisa puja dan rindu
Ingin membelai menenangkan badaimu
Namun sejauh tanganku menjangkau
Hanya angin yang tergenggam
Biarlah kusapa kau dari sini saja
Hai awan,
Aku tergila gila padamu..

Jumat, 8 Agt 2014

Thursday, July 31, 2014

Teman

Aku teman bukan dayang
Tak di sampingmu ketika kau memilih jalan salah
Aku teman bukan bayangan
Tak mengikuti semua gerak tingkahmu sekehendak hati
Aku yang marah ketika kau salah
Menegurmu ketika rendah diri
Mengomeli asap rokokmu yang mengganggu hidungku
Menyentil hatimu ketika ego merajai
Menyentakmu ketika lupa bangun dari dunia mimpimu
Di seberangmu waktu kau memihak yang salah
Namun bukan untuk memusuhi
Bukan berarti aku akan pergi menghindari
Telingaku akan selalu ada untukmu
Takkan menjauh ketika kau rapuh
atau berpura lupa ketika kau butuh pelipur lara
Kita bisa bersama saat pendapat berbeda
Tertawa dan membentak dalam satu frame cerita yang sama
Mencela harga pakaian dalammu yg mahal,
karena aku takkan sanggup membeli
Mengagumi kenakalanmu yang takkan mampu kulakukan
Berdansa bertiga dengan irama lagu yang berbeda
Tanpa tersandung satu dengan yang lainnya
Karena kuterima irama hidupmu
Dan tak kau protes irama hidupku
Tertawa keras mengingat tangis masa lalu
Diam diam bersyukur tak kehilangan kebersamaan ini
Akan selalu mengais sisa waktu demi bertemu
Karena kita adalah teman

1-2 Agust 2014.. Setelah kemarin seharian ketemu tim cakar, mw nulis tp ngantuk beut 'n disambung hari ini :)

Sunday, July 27, 2014

Potret keluarga

Mata gadis cilik di meja sebelah lekat mengekor
Memperhatikan detail gerak gerikku dan beberapa teman
Yang lalu tanpa sengaja memilih meja di sebelahnya
Lalu dengan penuh minat memandangi benda yang sedang sangat eksis saat ini
Benda2 bernama "tablet" dan "note" yang terhampar d mejaku
sementara menunggu teman yang berbaik hati antri demi kopi kami.
Seperti ingin tahu ada permainan apa saja di dalamnya
Lalu tersentak tiba tiba ketika ibunya menghardik
Melarangnya terus menerus berputar membelakangi meja demi memandangi kami
Patuh sebentar, tp kemudian melirik lagi
Keingintahuan anak kecil kadang tak terbendung
Lagi lagi ibunya menghardik
Padahal kami tak keberatan dipandangi
Malah tersenyum padanya
Sempat ingin membuka percakapan dengan gadis cilik itu
Maklum, aku sedang bersama teman temanku dari satu komunitas
yang setiap akhir pekan memilih menghabiskan waktu bersama anak anak jalanan dan marjinal
dengan senang hati memberikan pelukan dan belaian kasih sayang
yang sepertinya tak terlalu sering mereka dapatkan.
Mungkin kami jadi sangat peka pada perasaan seperti itu
Lalu kulihat ayahnya datang
Memerintah anak anaknya duduk dengan rapi
Kemudian membagikan gelas gelas kecil yang sepertinya berisi coklat hangat.
Ah, sepertinya keluarga yang berada
Tak mungkin gadis kecil itu kekurangan kasih sayang
Hal yang bahkan tak perlu seharian banting tulang untuk mendapatkannya,
bisa kau bagikan pada anak anak, apalagi anakmu tanpa perlu khawatir akan kehabisan.
Pada satu moment si gadis cilik memegang ujung sedotan pada gelasnya
Sang ayah yang kukira akan lebih ramah lalu menjentikkan jarinya pada tangan si gadis kecil
Sambil mengomelinya untuk memegang gelasnya saja
Si adik lelaki lebih penurut
Hanya diomeli sekali oleh ayahnya
Karena duduknya sedikit miring dan bertopang pada meja
Anak anak itu duduk sangat rapi sebagaimana diperintah ayahnya
Entah apa esensinya duduk sekaku itu di sebuah coffee shop
Kulihat keluarga di seberangku
Anak lelakinya yang gemuk membaca buku dalam posisi tengkurap
Menggunakan kursi sebagai penyangga kaki, dan pangkuan ibunya untuk menyangga badan
Begitulah seharusnya jalan jalanmu bersama keluarga
Kau toh tidak sedang di sekolah
Tiba tiba lamunanku terpecah
Si gadis cilik diomeli lagi
Kali ini karena dia mengangkat gelasnya untuk dipegangi
Agar bisa minum sambil sesekali tetap berbalik melirik ke arah mejaku
Lagi tangannya dijentik oleh sang ayah
Kali ini ibunya ikut mengomeli
Katanya si gadis kecil bertingkah seperti belum pernah bertandang ke coffee shop
Tanpa sengaja aku memandangi keluarga itu lekat
Sesaat kemudian mataku bentrok dengan mata si ibu yang sepertinya sadar diawasi
Tak enak hati, cepat cepat kualihkan pandang
Tepat waktu kopi kami datang dan mengalihkan perhatian
Masih mencuri pandang, kulihat si ayah mengeluarkan ponsel
Meminta istrinya untuk berdiri di belakang kedua anak dan menyuruh keluarganya berpose
Lalu ketiga objek foto tersenyum manis ketika potretnya diambil.
Tersenyum miris melihatnya..
Sang ayah kemudian terlihat sibuk dengan ponselnya sebentar
Sepertinya sedang memposting foto barusan di akun akun "socmed"nya
Potret yang terdiri dari seorang istri yang cantik dan sepasang anak yang manis dan lucu
Di sebuah coffee shop terkenal pada suatu hari libur
"Liburan bersama keluarga", mungkin itu judul fotonya
Sesuatu yang mungkin menurutnya harus dimiliki lelaki seusianya
Sebuah potret keluarga sempurna..

28 Juli 2014
Pagi hari setelah semalam memandangi anak2 yang duduk bersama ayah ibunya di Starbuck kokas. Hanya sibuk dengan gelas coklat masing2. Tanpa ada celoteh ramai tentang teman2 atau permainan, tanpa ada gelayut manja pada orang tua. Bahkan bergerak pun  seperti takut salah. Sepertinya lebih kurang perhatian dari adik2 marjinalku. Miris :(

Thursday, July 10, 2014

Cerita kita

Kulirik lagi namamu dalam kontak obrolanku
Ingin sekali mengucap sekedar sapa
Berharap bersambung menjadi berbaris-baris kalimat
Sesekali diselingi sticker lucu mewakili rasa
Seperti setahun yang sudah berlalu
Saat aku masih berharap padamu
Saat tak bosan aku memberi sapaan penuh makna padamu
Banyak cerita yang kita lewatkan
Beragam tema harusnya sudah kita bahas
Aku tak berani lagi membuka percakapan denganmu
Kau pun sepertinya tak kehilangan sesi itu
Bukan berarti aku lupa padamu
Hanya berusaha menahan jarak
Rasa itu muncul lagi jika terlalu sering muncul namamu
Aku sudah tak berharap lagi
Hanya rindu pada obrolan konyol kita
Namun takut harap muncul lagi
Karena tak yakin sudah tak punya rasa itu
Sekali lagi kulirik namamu
Biarlah kutunda dulu ceritaku

10 Juli 2014 @kost
Sepulang kantor, tiba2 pengen cerita tentang pilpres, tentang jalur Gaza, tentang film dll dengannya.

Wednesday, July 9, 2014

Buku biru

Di tengah sibuknya bangsa ini menghitung suara pilpres
di tengah sibukku mengacak-acak lemari
Kutemukan sebuah buku yang dulu sangat akrab denganku
Diary lucu berisi cerita remajaku
Isinya hampir selalu tentang kamu
Lalu kuhentikan sibukku
Menelusuri perlahan beberapa lembar yang tertera namamu
Di salah satu lembarnya,
mataku tertumbuk pada tulisan tanggal
Tergugu menyadari waktu
ketika kita membuat cerita itu
Sudah 12 tahun yang lalu
Dan dengan lugunya aku masih selalu mengingatmu
Lalu kuingatkan kembali diriku
Salahkulah dulu mengabaikan
Kusudahi membalik lembar-lembar itu
Sudah terlalu jauh untuk mencarimu lagi
Terlalu lama untuk mengulang kembali
Biarlah rasa itu kupendam di sana
Bisu seperti memori dalam buku biruku

9 Juli 2014 @kostan
Di tengah2 ngeberesin kembali lemari setelah tadi kubongkar demi copy ktp dan kk agar bisa memilih capresku. Yang berakhir dengan ditolak panitia, bukan dengan alasan ktp ku yg sudah expired 3 bulan. Tapi dengan alasan Lurah yg mengeluarkan KTPku adalah lurah lama, dan sekarang sudah diganti. #curcol #emangngaruh? #masihgarela #salam2jari #damaiIndonesiaku :)

Tuesday, July 8, 2014

Komedi kita

Lagi dipertemukan denganmu
Tempat yang sama,
komedi situasi berbeda
Ketika dia yang kupanggil tak juga mendengar
Malah wajahmu yang muncul mengejutkanku
Dengan ekspresi lugas yang terlambat kau sembunyikan
Ingin sekali tertawa dan kukatakan
"Ya ini memang suaraku, rindukah kau?"
Entah kenapa masih kutata sikapku
Sulit sekali bertingkah biasa
Tak bisa menganggapmu seperti yang lain
Mungkin hanya takut akan responmu.
Namun kudapati gerak gerikmu padaku
seperti ingin menyapa namun ragu
Kuputuskan berhenti mengabaikanmu
Lalu kualihkan pandang padamu
Mencoba membuka percakapan..
Sekejab ku menyesal
Yang kudapati kau sudah menjauhkan pandang dariku
Dan ganti bertingkah seolah tak ada aku
Hahaha..
Tapi memang selalu begitulah kita kan?
Hanya akan beradu dalam pandangan tanpa titik temu
Aku pun heran
Tak pernah kurencanakan pertemuan rasa denganmu
Tapi alam seolah bekerjasama membuatnya
Entah apa namanya itu
Berkali-kali sakit hati karena moment serupa
Berkali-kali patah hati pada satu pelaku
Sampai kubekukan harapku
Sekarang moment itu hanya terasa lucu
Entah bagaimana menurutmu

8 Juli 2014 @kost
2 hari setelah bertemu lagi denganmu, dan masih tersenyum geli mengingat ekspresi kepo-mu

Pergi

Satu persatu berlalu
Meninggalkanku yang makin bertingkah
Berharap diusir dengan tanda jasa
Kenapa harus mereka yang pergi
Mereka yang kusenangi
Yang jadi alasan tempat ini masih terasa nyaman
Satu per satu semua dihilangkan
Mungkin para atasan yang tak senang
Mungkin mereka tak bisa memenuhi pundi pundi
Yang jadi timbangan sang atasan
Makin gerah berlama lama di sini
Harus segera beranjak dan ikut berlalu
Tempat ini sudah tak senyaman pertama kali kudapati

8 Juli 2014
Ketika satu lagi email tentang pemecatan "another kind person" kuterima

Sunday, June 29, 2014

Menunggu

Terlalu banyak waktu terpakai
Sampai habis cara mencoba
Segala arah sudah kulewati
Tak juga bertemu
Beberapa sempat kukira kau
Namun selalu teryakinkan bahwa ternyata bukan
Lalu lelah dan muak mengumpul di benak
Tak kan mencari lagi
Terlalu bosan dengan berharap dan kecewa
Menghilangkan ceria hidup saja
Jadi biarlah aku di sini menikmati hidup
Mencoba meraih yang sempat kuabaikan
Kau saja yang mencariku
Bukankah kumbang yang datang pada bunga
Aku hanya akan menunggu

Senin pagi di akhir bulan Juni..

Friday, June 27, 2014

Teringat padamu

Malam ini terkenang lagi bayangmu
Yang dulu membuatkan tak tenang
Yang sempat menumbuhkan sesal
Karena ku pergi meninggalkan
Yang hingga kini masih kurekam jelas
Dalam berbagai cerita kenangan
Dengan detail tak terlupakan
Karena terlalu sering kuputar ulang
setiap aku merindukan
Atau..
Mungkin karena untuk kesekian kali
Aku hanya menemukan pengecut
Yang tak berani mencintai
Atau terlalu takut mencari tahu isi hati
Mungkin juga aku hanya muak
Pada basa basi menjebak
Menahanku pada zona nyaman tanpa jaminan
Tak berani menggenggam tanganku melangkah ke depan
Tak juga berani menjauhkan jarak melepas akrab
Mungkin aku hanya teringat
Dulu selalu ada kamu
Yang tak malu meneriakkan rasa padaku
Melemparkan senyum dari jauh
Walau tak sedikitpun pandangku padamu
Yang tak pergi walau kuperlihatkan jengahku
Tak gentar menghadapi dinginku
Hingga waktu dan tempat membuatmu menyerah dan berlalu
Menyisakan sesal yang entah sejak kapan ada
Karena terlambat kusadari rasaku
Itu memang sudah berlalu
Mungkin aku hanya teringat padamu

Menyalin ulang tulisan tangan di suatu malam ketika aku merindukan kisah SMAku

Monday, June 23, 2014

Poster

Menemukan poster di meja teman
Itupun membawa anganku padamu
Kemudian sengaja menghitung waktu
Yang mampu terlewati tanpa menyapamu
Sedikit bangga dengan itu
Mungkin rasa itu pun akan bisa kulewatkan
Sekonyong tanya menghampiri benak
Ketika hilang semua kemungkinan itu
Salahkukah?
Yang seolah pergi di titik paling hangat
Dan membiarkan semuanya mendingin lagi
Sungguh aku tak bermaksud pergi
Hanya ingin mencobai
Gamang saat hangat membuncahkan harap
Menunggu gelagat penegasan darimu
Tapi hanya menemukan gagumu
Lelah menahan ragu
Jadi biarlah aku kehilangan hangat semu itu

Jakarta, 26 Juni 2014
Sebelum tidur, teringat tadi siang kuminta poster itu, untukmu..

Sunday, June 15, 2014

Hai kamu

Hai kamu..
Perjumpaan setelah lama tak bertemu
Kupastikan masih tatapmu tertumbuk padaku
Tatapan yang masih tak dapat kuartikan
Lalu kuputuskan tak kan kuabaikan
Di waktu lalu sudah kutetapkan untuk tak lagi menunggumu
Tak lagi mencoba mencari tahu rasamu
Mungkin hatiku berharap
di luar sana seseorang menungguku
Atau..
Jika tak ada seorang pun di luar sana
Jika hanya akan ada kamu untukku
Maka aku akan ada ketika kau mencariku
Tapi bukan berarti aku menunggumu..

Minggu, 15 Juni, sepulang ibadah sore..

Sunday, June 1, 2014

Teman

Lama ruang hati terkosongkan
lelah menanti isyarat yang tak kunjung dinyatakan
lalu menyerah dalam diam
kemudian melintas dia yang juga sendiri
mulai merangkai cerita

Tak sekedar melempar tanda rasa
beberapa kali juga berjumpa untuk menjajal rasa
hingga kaku berlalu dan kita jadi teman
waktu ke waktu dan kita masih jadi teman
entah sampai kapan
hatiku menuntut lebih jauh
Kamu merasa nyaman dalam zona teman
Kucoba cukup dengan berteman
ternyata hanya membiarkan harap tumbuh
lalu kukurangi kadar percakapan
Kecewa, kau tak tampak keberatan
hingga akhirnya kuhentikan semuanya
Tak ada lagi obrolan tak penting berlama-lama
Tak ada lagi canda tak lucu yang tetap menuai senyum
Tak ada lagi obrolan panjang sampai menjelang pagi
Dan tak ada apapun lagi sama sekali
Lalu kusadari..
Lagi-lagi aku sampai pada akhir
sebelum memulai sama sekali